ARTIKEL MUJAHADAH
ANAFS
KATA PENGANTAR
Segala
puji bagi Allah Swt yang dengan limpahan taupiq, rahmat dan hidayat Nya kami
dapat menyelesaikan penyusunan artikel ini. Slawat dan salam semoga dilimpahkan
kepada junjungan kita nabi Muahammad saw,beserta keluarganya,sahabat-sahabatnya,dan
para pengikutnya sampai akhir zaman.
Maksud
dari penyusunan artikel ini yang berjudul: mujahadah anafs adalah
untuk memberikan ilmu kepada pembaca artikel
Dalam
penyusutan artikel ini kami menyadari bahwa terdapat kekurangan atau jauh dari
sempurna, Oleh karena itu kami mengharap kritik dan saran yang bersipat
membangun dari para pembaca terutama rekan-rekan/teman-teman siswa.
Dengan selsainya penyusunan
artikel ini kami ingin menucapkan rasa trimakasih yang sebesar-besarnya
kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu dalam membimbing kami.
Daftar isi :
Bab 1 : Pendahuluan
1.1: Latar belakang
1.2: Rumusan masalah
1.3: Tujuan
Bab 2 : Pembahasan
2.1: Pengertian mujahadah
2.2: Macam-macam
mujahadah
2.3: Faidah mujahadah
Bab 3 : Penutup
3.1: kesimpulan
3.2: Daftar pustaka
BAB II
Pendahuluan
1.1.
Latar Belakang
Manusia
adalah makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk individu ia
memiliki karakter yang unik, yang berbeda satu sama lain dengan fikiran dan
kehendaknya yang bebas. Dan sebagai makhluk sosial ia membutuhkan manusia lain,
membutuhkan sebuah kelompok dalam bentuknya yang minimal, yang mengakui
keberadaannya dan dimana dia dapat bergantung. Kebutuhan untuk berkelompok ini
merupakan naluri alamiah sehingga kemudian munculah ikatan-ikatan yang dalam
islam dikenal dengan istilah mujahadah. Melihat minimnya pengetahuan tentang
mujahadah, keutamaan serta peranannya dalam islam dalam artikel ini akan
dibahas secara singkat dan jelas tentang hal-hal yang berkaitan dengan
mujahadah .
1.2.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana
pengertian mujahadah ?
2. Sebutkan
macam mujahadah?
3. Sebutkan
faidah mujahadah ?
1.3. Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari mujahadah.
2. Mengetahui beberapa macam mujahadah.
3. Mengetahui faidah tentang mujahadah.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
PENGERTIAN MUJAHADAH
Mujahadah
artinya kesungguhan merupakan yang sangat penting dalam unsur yang di percayai
sebagai kekuatan dan mencapai cita-cita. untuk mencapai kesuksesan orang harus
disiplin melaksanakan tugas yang sedang dilasanakannya. sejak awal ia harus
brusaha untuk beremujahadah mencapai keseluruhan tujuan. kalau kesungguhan ini
dilakukannya maka akn ditemukan hasilnya diantaranya adalah musyahabah
Demikian
juga barang siapa yang tidak bersungguh-sunguh melawan hawa napsunya yang
selalu mernggang dirinya dan mengajak berbuat maksiat dan mentang
kebaikan,maka tidak mungkin ia akan mendapat cahayatarikat yang
dicaarinya.
Abu Qasim
Al-Qusairy rahimatalla Ta’ala mengatakan barang siapa yang tidak beermujahadah
sejak awal,ia tidak akan mendapat keharuman sedikitpun dari cahaya
tarikat,dikatakan dari apa yang pernah di dengarnya dari Syeh Abu Ali Ad Daqaq:
barang siapa dari sejak awal tidak mempuunyai pendirian yang kuat,akhirnya ia
tidak mempunyai majelis musyawarah: sebagian Ulamak mengatakan hanya dengan
ketekunan dan kesungguhan serta disiplin yang teratur, akan mencapai tujuan
yang tinggi.
Arti
mujahadah menurut bahasa adalah perang, menurut aturan syara’ memerangi nafsu
amarah dan memberi beban kepadanya adalah perang melawan musuh-musuh Alloh, dan
menurut istilah ahli hakikat adalah untuk melakukan sesuatu yang berat baginya
yang sesuai dengan aturan syara’ (agama). Sebagian Ulama mengatakan .
Mujahadah adalah tidak menuruti kehendak nafsu dan ada lagi yang
mengatakan. Mujahadah adalah menahan nafsu dari kesenangannya.
Pengertian
mujahadah secara umum adalah berjuang, bersungguh -sungguh,
berperang melawan musuh. Didalam Wahidiyah yang dimaksud adalah
bersungguh-sungguh memerangi dan menundukkan hawa nafsu untuk di arahkan kepada
kesadaran.
Mujahadah dalam
berbagai macam cara dapat berupa diantaranya, memerangai nafsu, dan
sungguh-sungguh dalam melaksanakan agama Allah swt.
Bentuk-Bentuk Mujahadah
1.Sholat
2.Dzikir
3.Do'a
4.Melakukan shalat-shalat sunnah
Hanya
dengan cita-cita yang tinggi kuat hikmahnya orang kan menemukan kehidupan esok
hari yang cerah tidak ada harapan yang menjadi kenyataan tanpa kesunngguhan
sedangkan sipat bemalas- malas dan santai akan menemui kerugian.
Ma’rifatullah
Demikian
juga ma’rifatullah yang hanya di anugrahkan secara khusus,tidak munkin akan di
peroleh tampa mujahadah sangatlah mustahil terjadinya,karena ma’rifatullah
adalah cahaya yang dipantulakan alloh kedalam hati sanubari hambanya,denga nur
itu ia akan dapat memandang rahasia kekuasaan alloh dengan kesempurnaan
sipat-sipatnya
Jihadun
Nafs
Jihadun
nafs adalah salah satu cara dari sipat mujahadah karena jihadun Nafs
termasuk prilaku orang, arip billah (hamba yang mengenal alloh) karena hanya
arip billah saja yang akan mendapatkan ma’ripat,di sebapkan kesungguhan
mereka,kesungguhan yang di ikuti dengan ketaatan serta kepatuhan tampa
pamrih.Di katakana di antara tnda-tanda ma’rifatullah rasa kasih sayang kepada
alloh dan kehebatannya, kekuasaan, dan keperkasaanya, kearipan dan kealimanya.
Jihad
Nafs ada 4 tingkatan
1. Jihad pada diiri sendiri dengan
mempelajari petunjuk-petunjuk agama yang benar
2. Jihad pada diri sendiri dengan
mengamalkan ilmu yang diperolehnya dan telah dipelajari atau telah dipahami
3. Jihad pada diri sendiri dengan
mengajarkan ilmu atau mendakwahkan ajaran islam sesuai dengan ilmunya
2.2 MACAM- MACAM MUJAHADAH
ANTARA LAIN
a.
Mujahadah Yaumiyah
b.
Mujahadah Usbu iyyah
c.
Mujahadah Syahriyah
d.
Mujahadah Ru`busanah
e.
Mujahadah Nishfusana
f.
Mujahadah Kubro
g.
Mujahadah Khusus
h.
Mujahadah Non stop
i.
Mujahadah Momenti atau Waktiyah
j.
Mujahadah 40 hari.
Alloh SWT berfirman :
Artinya Dan orang - orang
yang bersungguh - sungguh untuk mencari keridloan
kami, benar - benar Kami
tunjukkan kepada mereka jalan - jalan Kami
Syekh Imam Al-Ghozali Berkata :
Mujahadah adalah kunci hidayah
tidak ada kunci untuk memperoleh hidayah selain Mujahadah
Makna
mujahadah itu sendiri adalah upaya mencurahkan segenap kesungguhan untuk
melawan kebohongan atau membunuh kebatilan, kebatilan yang eksis, hawa nafsu,
dan Setan.
Bermujahadah
dapat dilakukan dengan beberapa tahapan.
1. sedikit demi sedikit mengurangi makan.
Sebab makan seringkali menjadi kepanjangan tangan dari sebuah eksisten, nafsu
dan Setan. Dengan mengurangi makan, maka dominasinya pun akan melemah.
2. meninggalkan dan meleburkan ikhtiar
pada yang terjaga, untuk memilihkan yang terbaik. Posisinya di sini tak ubahnya
seperri seorang bocah kecil yang belum balig atau seperd orang yang bodoh yang
tak mengeri apa-apa. Sehingga ia meniscayakan keberadaan orang tua, wall,
hakim, atau pemimpin yang membimbingnya.
3. mengikuti metode tarekat Imam al-Junayd
semoga Allah mensucikan jiwanya yang terdiri dari delapan syarat, yaitu dengan
melanggengkan;
a.
wudhu
b.
puasa
c.
diam
d.
kbalwah
4.
zikir, dengan ucapan La ilaha illa AI!ah
5.hubungan batin dengan sang guru dengan menyerap pengetahuannya .
6.terus
meninggalkan hal-hal yang mengundang bahaya,
7.meninggalkan jauh-jauh sikap
menentang Allah Swt. baik hal itu akan membahayakan ataupun akan memberikan
ke-manfaatan bagimu di samping tidak mempertanyakan persoalan yang berkaitan
dengan Surga dan Neraka.
2.3 FAEDAH MUJAHADAH
Faedah Mujahadah antara lain
a. Menjernikan
hati
b. Memperoleh
hidayah taufiq Allah SWT
c. Mendidik
menjadi orang yang sholeh / Sholihah, yang senantisa mendoakan kedua orang
tuanya / leluhurnya.
d. Keamanan,
ketentraman , kedamaian kesejahteraan, dan keberkahan hidup.
BAB III
Penutup
3.1
Kesimpulan
KESIMPULAN
- Arti mujahadah menurut bahasa adalah perang, menurut aturan syara’ adalah
perang melawan musuh-musuh Alloh, dan menurut istilah ahli hakikat adalah
memerangi nafsu amarah bis-suu’ dan memberi beban kepadanya untuk melakukan
sesuatu yang berat baginya yang sesuai dengan aturan syara’ (agama).
3.2
Daftar pustaka
Ahmad
Al-Buny,Djamal Uddin.(2001).Ahlaqus sufiyah,pustaka Hikmah perdana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar